Selamat Datang DI WWW.WACANADHARMA.BLOGSPOT.COM

Thursday, September 5, 2013

DIMANAKAH TUHAN

CINNA KATHA
SEORANG RAHIB MASUK KESEBUAH DESA MENJUMPAI SEKELOMPOK PEMUDA DAN MENANTANGNYA AGAR MEMPERLIHATKAN BAHWA TUHAN YNG DIPUJANYA BENAR BENAR ADA'.IYA BERKATA BAHWA IYA SANGGUp TAPI SEBELUM MELAKUKANNYA IA MINTA SECANGKIR SUSU.

KETIKA SUSU DIBAWA KEHADAPANNYA TIDAK DIMINNUMNYA,TAPI IA DUDUK MEMANDANGNYA DAN DIAM .RASA INGIN TAHU ANAK ANAK MUDA ITU KEHILANGAN KESABARANNYA SEMAKIN RIBUT,RAHIB ITU MENGATAKAN TUNGGU SEBENTAR AKU PERNAH MENDENGAR BAHWA ADA MENTEGA DIDALAM SUSU TAPPI AKU TERPAKSA MENGATAKANYA BAHWA YANG DIDALAM CANGKIR INI TIDAK ADA MENTEGANYA KARENA AKU SAMA SEKALI TIDAK MELIHATNYA.NAK MUDA ITU PUN MENTERTAWAKANNYA,GOBLOG !JIKA ENGKAU INGIN MELIHATNYA MENTEGA DLAM SUSU ENGKAU HARUS MEREBUSNYA MENDINGINKANNYA﹑DAN SETERUSNYA MAKA ENGKAU AKAN MELIHAT MENTEGA YAnG KONGKIRIT DLAM SETIAP TETESNYA﹑AH KATA RAHIB ITU DENGAN DEMIKIAN TUGASKU MEMPERLIHATKAN TUHAN KEPADAMU MENJADI LEBIH MUDAH .TUHAN ADA DIMANA MANA DLM SETIAP MAHLUK﹑ATOM DLAM JAGAT RAYA INI,UNTUK MELIHATNYA SEBAGAI WUJUT YANG KONGKRIT ENGKAU HARUS MENGIKUTI PROSODUR YANG TELAH DITENTUKAN﹑DENGAN TEKUn dAN SUNGUH SUNGGUH MAKA PDA HAKHIRNYA AKAN DAPT MENGALAMI RAHMAT DAN KEMULIAAN TUHAN .
PAKAH WANGI DARU BUNGA MEMILKI WUJUD ,TIDAK
LISTRIK BISA DIRASAKAN TAPI TIDAK KELIHATAN
ASINNYA GARAM BISA DIRASAKAN TPI WUJUD DARI ASIN TDAK ADA﹑

CINNA KATA SAI

Sunday, August 18, 2013

Yadnya yang utama

Tanah pasih
Entik-entikan
Seisin Gumi
Makejang pakardin Widhi
Yening sami sampun wantah duwen widhi
Napi malih aturang
Yen rasayang tiang
Yandnya pinih utama
Wantah parisolah sane becik

kutipan:
Persembahkan bunga hati yang tulus kpda Tuhan
Dan buah karma yang baik.
Layani semua cintai semua.
Merawat melayani hormat kepada orang tua saat masih hidup adlh manusia yadnya yang nyata
Merawat melestarikan alam adlh bhuta yadnya
Melakukan pemujaan,japa﹑menyanyikan nama nama suci tuhan adalh dewa yadnya
begitu juga dengan Rsi yadnya﹑pitra yadnya﹑

Wednesday, June 19, 2013

Bukti sains kitab Weda

Bukti Sains Ilmu Pengetahuan di Kitab Weda
Agama Hindu Pustaka Hindu kuno, memperkirakan Hari Brahma, jangka hidup dari alam semesta kita, menjadi 4.32 milyar tahun. Angka ini dekat dengan perkiraan para astronom kita, yang menghitungnya menjadi
sekitar 4.6 milyar tahun.” Dr. Carl Sagan ahli astronomi AS terkenal, di dalam
bukunya, Cosmos (1980) menjelaskan: “Agama
Hindu adalah satu-satunya agama besar dunia yang
mengatakan bahwa Alam Semesta mengalami kelahiran dan kematian tak terukur, tak
terbatas. Ia adalah satu-satunya agama di mana skala waktunya sesuai dengan skala waktu
kosmologi ilmiah modern. Siklusnya berjalan dari hari
siang dan malam biasa kita ke suatu siang dan malam
Brahma, 8.64 milyar tahun panjangnya. Lebih panjang
dibanding usia Bumi atau Matahari dan sekitar
separuh waktu sejak Dentuman Besar (Big Bang). Dan masih ada banyak skala waktu yang lebih panjang.” Suatu ketika Dr. Carl Sagan, melakukan show di
sebuah TV di Amerika. Dengan bantuan animasi dan
simulasi komputer, Mr. Sagan mempresentasikan
semua teori yang dikemukakan oleh Para ahli fisika astronomi saat ini. Dijelaskannya tentang panjang gelombang cahaya galaxy yang terus bertambah, alam semesta mengembang, teori Big Bang, efek
Dopler, dan sebagainya. Para pemirsa terkejut, ketika
menjelang akhir acaranya Mr. Sagan terlihat berada di
India, berdiri di depan sebuah Temple Krishna yang
telah berusia ribuan tahun. Mr. Sagan berkata “Para
ilmuwan menemukan semua teori yang telah saya paparkan tadi tahun-tahun akhir ini saja, sedangkan di
sini, di India, orang sudah mengetahui informasi itu
sejak ribuan tahun yang lalu, dari kitab-kitab
Weda…” (Danavir Gosvarni, 2002). “Ketika aku membaca Bhagavad-Gita dan merenung
tentang bagaimana Tuhan menciptakan alam semesta
ini yang lainnya nampak begitu tidak bermakna.”
“Kita berhutang banyak kepada orang India yang
mengajarkan kita bagaimana menghitung, tanpa itu
penemuan yang bermanfaat ilmiah tidak mungkin dilakukan.” ~ Albert Einstein “Setelah perbincangan tentang Filosofi India,
beberapa ide mengenai Fisika Quantum yang
tampaknya gila tiba-tiba menjadi lebih masuk akal.”
~ W. Heisenberg (Ahli fisika Jerman, 1901-1976) “Vedanta dan Sankhya memegang kunci proses
hukum-hukum pikiran yang berhubungan dengan
Bidang Quantum. Seperti operasi dan distribusi
partikel-partikel pada level atom dan molekul.” ~ Prof. Brian David Josephson (1940 – ) Ahli
Fisika Wales, penerima Nobel termuda Sumber : A Tribute to Hinduism ——————————————————- Semua kitab-kitab Veda menggunakan bahasa yang
Ilmiah. Kenapa disebut bahasa yang ilmiah? Veda
menggunakan bahasa Sansekerta. Menurut penelitian NASA (Badan Antariksa Amerika) dalam majalah AI (Artificial Intelligence) yang diterbitkan
pada musim semi 1985 hasil penelitian Rick Briggs,
Bahasa Sansekerta adalah satu-satunya bahasa yang
bisa diterjemahkan secara langsung ke dalam bahasa pemrograman komputer. Ilmuwan NASA telah membuktikan bahwa
Sansekerta adalah satu-satunya bahasa yang dapat
mengekspresikan setiap kondisi yang ada di alam
semesta dengan jelas. Dengan struktur bahasa yang
sempurna, Bahasa Sansekerta dapat dan telah
digunakan sebagai Bahasa Kecerdasan Buatan, Artificial Intelligence. “Seperti yang akan kita lihat, ada bahasa yang
digunakan di kalangan komunitas ilmiah kuno yang
memiliki penyimpangan nol. Bahasa ini adalah bahasa
Sansekerta. ” ~ Rick Briggs (NASA) ——————————————————- Berikut ini adalah beberapa diantara banyak bukti
adanya sains dan ilmu pengetahuan yang terdapat di
Kitab-Kitab Agama Hindu yaitu Veda. ALAM SEMESTA Tuhan Yang maha Esa dan Maha Besar adalah
Brahman, Dewa Wisnu adalah personifikasi Brahman
tertinggi. Ilustrasi : Setiap satu alam semesta yang berbentuk bulat telur,
terdiri dari banyak Galaksi, satu Dewa Brahma. Kāranodakaśāyi Vishnu (Mahā Vishnu): Wisnu yang
berbaring dalam lautan penyebab dan Beliau
menghembuskan banyak alam semesta. Lautan penyebab (Causal Ocean / Lautan Energi) adalah energi eksternal Tuhan. Sesuai dengan teori fisika terkini dimana energi tidak dapat diciptakan atau
dimusnahkan. Jadi dari setiap “pori-pori” Kāranodakaśāyi Visnu
muncullah Garbhodakaśāyī Visnu yang memunculkan
sebuah alam semesta. Dari 1 “pori-pori”
memunculkan 1 alam semesta yang terdiri dari jutaan
galaksi. Garbhodakaśāyī Visnu dan Dewa Brahma ada
di tiap-tiap alam semesta. Brahma Samhita Sloka 13 Benih-benih transendental (anti materi) Sankarsana
muncul dari “pori-pori kulit” Maha Visnu dalam
bentuk telur emas yang tak terhitung jumlahnya
sambil maha-Visnu “berbaring” di lautan
penyebab, semua telur tersebut tetap tertutupi oleh
unsur material besar. Secara Ilmiah munculnya alam semesta dari “pori-
pori Tuhan” dalam wujud Kāranodakaśāyi Visnu ini
merupakan area tempat terjadinya perubahan dari
Energi menjadi Materi (penciptaan alam semesta
materi), yang merupakan kebalikan dari Pralaya dimana materi berubah menjadi energi (peleburan). Itulah maka Veda tidak menggunakan istilah kiamat tetapi peleburan, karena semata-mata hanyalah peleburan dari materi menjadi energi (“tenaga”).
Ada beberapa tahap Pralaya yang skala waktunya
mulai 4,3 milyar tahun (1 hari siang Brahma) sampai
311 triliun tahun bumi (akhir hidup Dewa Brahma).
Alam semesta ini sedang berada di tahun ke – 51
Brahma atau 155 triliun tahun Bumi setelah Brahma lahir. Setelah Brahma melewati usia ke – 100, siklus
baru dimulai lagi, segala ciptaan yang sudah
dimusnahkan diciptakan kembali, begitu seterusnya. Bhagavad-gita 9.7 Wahai putera Kunti, pada akhir jaman, semua
manifestasi material masuk ke dalam tenaga-Ku, dan
pada awal jaman lain, Aku menciptakannya sekali
lagi dengan kekuatan-Ku. Bhagavad-gita 9.10 Alam material ini, salah satu di antara tenaga-tenaga-
Ku, bekerja di bawah perintah-Ku, dan menghasilkan
semua makhluk baik yang bergerak maupun yang
tidak bergerak, wahai putera Kunti. Di bawah hukum-
hukum alam material, manifestasi ini diciptakan dan
dilebur berulang kali. Śrīmad Bhāgavatam 5.18.31 Ya Tuhan, manifestasi kosmik yang terlihat ini adalah
demonstrasi energi kreatif Anda sendiri. Karena
bentuk-bentuk yang tak terhitung jumlahnya dalam
bentuk manifestasi kosmik hanyalah sebuah layar
energi eksternal Anda semata.. Dalam kitab Purana dan Upanisad digambarkan bahwa alam semesta terbentuk secara bertahap dan
berevolusi. Penciptaan alam semesta dalam kitab
Upanisad diuraikan seperti laba-laba memintal
benangnya tahap demi tahap. ——————————————————-
“Akhirnya kita sampai pada kesimpulan bahwa
alam semesta ini menyerupai sebutir telur akan tetapi
informasi ini telah terdapat pada literature Hindu.”
(Alan Kogut, NASA)
——————————————————- FISIKA, PLANET, MATAHARI, GALAKSI Rgveda II.72.4 “Aditer dakso ajayata, daksad uaditih pari”.
Artinya : Dari aditi ( materi) asalnya daksa (energi) dan dari daksa (energi) asalnya aditi (materi). Ternyata teori yang mencengangkan ini telah tersurat
di Veda. E = m.c2 Albert Einstein ternyata bukan hal yang baru dalam ilmu pengetahuan Veda. Rgveda II,11.20 “Avartayat suryo na cakram”
Matahari berputar seperti sebuah roda pada
sumbunya. Atharwa Weda XII.1.37 “Ya apa sarpam vijamana vimrgvari”
Artinya: Bumi bergerak berotasi dan bertranslasi Yajur Weda III.6 “Ayam gauh prsnir akramid,asadan mataram
purah,pitaram caprayam svah” Artinya: Bumi yang berbintik-bintik ini ada dan
berputar dilangit seperti seorang ibu, ia berjalan mengelilingi matahari sebagai seorang ayah. Dari sloka tersebut terlihat bahwa selain berotasi atau berputar pada porosnya, bumi juga berevolusi mengelilingi matahari, dari pernyataan ini sangat erat
dengan teori heliosentris yang menyatakan bahwa
pusat alam semesta adalah matahari. Dan diperjelas
lagi oleh kitab Atharwa Weda mengenai pergerakan
Bumi. Dalam kitab ini pun juga menjelaskan bahwa
bagaimana bumi dapat bertahan di dalam angkasa raya karena gaya tarik-menarik yang lebih superior,
ini dalam ilmu fisika telah dijelaskan oleh Newton
melalui teori Gravitasi yang sudah dipaparkan di atas. Atharvaveda XIX.7.1 “Citrani sakam divi rocanani sarisrpani bhuvane
javani ”
Semua konstelasi perbintangan yang bercahya ini
berputar sangat kencang. Atharwa Weda VI.106.3 “Suryasya rasmasyah para patanti asumat”
Artinya sinar matahari terpancar dengan dengan
kecepatan sangat tinggi. Penjelasan : kecepatan cahaya matahari adalah 2,99793 x 108 m/ det. Yajurveda IX :3 “Apam rasam udvayasam surye santam
samahitam, apam rasasya yo rasah”
Artinya: intisari yang paling halus yang membentuk
air ada di matahari. Penjelasan : Matahari
sesungguhnya adalah bola gas yang berpijar, dengan
komponen utama gas hindrogen dan helium. Hidrogen (H2) dapat bereaksi dengan oksigen (O2)
menghasilkan air (H2O). Reaksinya 2H2(g) + O2 (g)a 2
H2O(l). Atharvaveda XIV.1.2 “Somena aditya balinah”
Artinya, matahari menghasilkan energi dari soma
( hiderogen). Penjelasan : Di Matahari secara terus
menerus terjadi reaksi fusi ( penggabungan) inti-inti atom hydrogen menjadi inti atom helium. Reaksi
tersebut disertai dengan pelepasan energi yang
sangat besar. Yajurveda XVIII.40 “Susunah suryarasmis candrama-gandharvah”
Artinya sinar matahari yang disebut susumna,
menerangi bulan. Regveda II.27.4 “Dharayanta adityaso jagat stha”
Sinar matahari menopang seluruh alam semesta.
Penjelasan : Sinar matahari menopang melalui energi radiasi yang dikandungnya. Sebagai contoh , Bumi menerima supply energi dari matahari sebesar 1,73 x
1017 joule per detik. Energi sebesar itu hanya
seperlima puluh milyar dari seluruh energi yang
dipancarkan matahari. Mengingat demikian
pentingnya energi matahari , maka matahari disebut
sebagai sumber energi pertama dan utama bagi kehidupan di Bumi. Rig Veda [1.103.2], [1.115.4] dan [5.81.2]: Efek Gravitasi matahari membuat bumi stabil. Rig Veda [10.189.1]: Bulan ini, menjadi satelit bumi, berputar di planet Ibunya (Bumi) dan mengikutinya
ber-revolusinya mengitari Matahari, ayah planet yang
bercahaya sendiri. Rig Veda [1.169.9], [1.190.7]: Bumi berputar dan mengitari Matahari seperti anak sapi mengikuti
Induknya. Rig Veda [1.164.2]: Garis edar bulat lonjong yang dilalui oleh benda angkasa adalah kekal dan tidak
berkurang Rig Veda [1.164.29]: perputaran bumi tidak berkurang dan bumi terus berputar pada sumbunya Sama Veda [121]: Matahari tidak pernah terbenam ataupun terbit karena bumi yang berotasi Rig VedaXXX. IV. V : Bentuk Bumi adalah seperti oblate spheroid (bulat pepat). Markandeya Purana 54,12 : Bumi diratakan/ dimampatkan di kutub (bulat pepat). Brahmana Aitareya (3.44) : “Matahari tidak pernah tenggelam ataupun terbit. Ketika orang
berpikir Matahari tenggelam tapi tidaklah demikian.
Setelah tiba di penghujung hari, matahari membuat
dirinya menghasilkan dua efek yang berlawanan,
menghasilkan malam hari untuk apa yang di belahan bawah dan siang hari di belahan lainnya. Setelah sampai di penghujung malam, matahari
membuat dirinya menghasilkan dua efek yang
berlawanan, menghasilkan siang hari di belahan
bawah dan malam hari di belahan lainnya. Pada
kenyataannya, Matahari tidak pernah tenggelam.” Shrimad Bhagwatam : “Setelah pembentukan planet bumi, Brahma menciptakan atmosfer dalam tujuh kelompok, dari formasi tersebut lautan menjadi
ada, dan bentuk kehidupan pertama muncul di planet
Bumi. Atmosfer diciptkan untuk melindungi kulit
Bumi” Rig Veda 10.149.1 : “Matahari mengikat Bumi dan planet-planet lain melalui daya tarik dan
menggerakkan di sekitar dirinya bagaikan seorang
pelatih memegang kendali kuda dan bergerak
mengelilinginya.” (Gravitasi) Shrimad Bhagwatam 5.23.5 :Bentuk dari çiçumära memiliki kepala ke bawah dan melingkar tubuhnya. Di
ujung ekornya adalah planet dari Dhruva, pada tubuh
ekornya adalah planet-planet dari Prajapati dewa,
Agni, Indra dan Dharma, dan di dasar ekornya adalah
planet-planet dari Dhätä demigods dan Vidhätä.
Dimana pinggul mungkin pada çiçumära adalah tujuh orang bijak suci seperti Vasiñöha dan Aìgirä. Tubuh
melingkar dari Çiçumära-cakra berubah ke arah sisi
kanan, di mana empat belas rasi bintang dari Abhijit
untuk Punarvasu berada. Pada sisi kiri adalah empat
belas bintang dari Punya untuk Uttaräñäòhä. Jadi
tubuhnya yang seimbang karena sisi-sisinya ditempati oleh jumlah yang sama bintang. Di belakang
çiçumära adalah kelompok bintang yang dikenal
sebagai Ajavéthé, dan di perut adalah seperti sungai
Gangga yang mengalir di langit (Milky Way) [ Galaksi Bima Sakti]. ——————————————————- KIMIA, BIOLOGI Atharvaveda III.13.5 “Agnisomau bibhrati apa it tah”
Air terbentuk dari Agni ( oksigen ) dan soma ( hidrogen) Rgveda VIII. 72.16 “Adhuksat pipyusim isam urjam, suryasya sapta
rasmibhih”
Tumbuh-tumbuhan memperoleh energi dari cahaya
matahari. Penjelasan : Tumbuhan dapat mengubah air
dan gas karbondioksida menjadi gula dan gas oksigen
dengan adanya zat hijau daun (klorofil) dan bantuan sinar matahari ( sinar biru dan sinar merah). Hal
tersebut terjadi melalui proses fotosintesis. Samaveda 1824 “Tam it samanam vaninas ca virudho-antarvatis ca
suvate ca vivaha”
Tumbuh-tumbuhan memancarkan udara vital yang
dinamakan samana ( oksigen) secara teratur.
Penjelasannya : Oksigen (O2) merupakan hasil samping reaksi fotosintesis yang sangat bermanfaat
bagi kehidupan, termasuk untuk pernafasan. Atharvaveda VIII.7.10 “Ugra ya visa-dhusanih osadhih”
Tumbuh-tumbuhan menghancurkan pengaruh atmosfir yang beracun. Yajuveda :6.22 “Ma po mo sadhir himsih”
Jangan mencemari air dan jangan menebang pohon. Yajurveda V.43 “Dyam ma lekhir,anariksam ma himsih”
Jangan mengganggu langit dan mencemari atmosfir. ——————————————————- ILMU PENGOBATAN – AYUR VEDIC Pada halaman 360-70 dari buku World Vedic Heritage,
Mr. Oak menyajikan sebuah daftar perbandingan
kata-kata antara bahasa Inggris dan Sanskrit. Ini
memperlihatkan seberapa banyak kebudayaan barat
berasal dari pengetahuan Vedic/Sanskrit di bidang
pengobatan begitu juga berapa banyak kata-kata Sanskrit telah diambil ke dalam bahasa Inggris. English ================> Sanskrit
fever =================> jwar, kemudian menjadi
jever, kemudian fever
entrails ================> antral
nasal or nose ============> naas
herpes ================> serpes gland ==================> granthi
drip, drop, drops ==========> drups
hydrocephalus ============> andra-kapaalas
(otak/kepala ber-uap air)
hiccups ================> hicca
muscle =================> mausal (gemuk) malign, malignant =========> mallen
osteomalacia ============> asthi-malashay
(kontaminasi tulang)
dyspepsia ==============> dush-pachanashay
(pencernaan tidak baik)
surgeon ================> salya-jan (pemakaian peralatan tajam)
fertility ================> falati-lti (menghasilkan
buah)
anesthesia ==============> anasthashayee
(terbaring tidak sadarkan diri)
homeopathy =============> Samaeo-pathy (treatment parallel terhadap symptom)
allopathy ===============> alag-pathy (treatment
yang berbeda dengan symptom) Dalam buku World Vedic Heritage karya Mr. P.N. Oak
menjelaskan : “Apabila kita menyimak lebih dekat
tentang terminologi-terminologi allopathi, apakah itu
jenis-jenis penyakit, organ-organ fisik, symptom,
rehabilitasi, atau peralatannya ternyata bahwa
semua itu didasarkan kepada Ayurveda karena semasa dunia masih bersatu di bawah naungan
Administrasi Veda hanya ada Ayurveda yang
merupakan satu-satunya sistem pengobatan yang
dipakai di seluruh dunia. ——————————————————- MATEMATIKA Asal angka adalah dari India. angka telah digunakan oleh orang India didalam acuan Matematika mereka
pada abad ke-VI. Sistem nomor ini menyebar dari
India ke Arab dan dari sana menyebar ke Eropa pada
abad ke-XII.
Penemuan sistem angka yang modern memiliki
nomor berkisar antara 1-9, dan konsep nol (angka nol) telah diakreditasikan terhadap India, simbol 0 berasal dari India. Angka ini telah digunakan dalam
astronomi Hindu dan acuan Matematika seperti
“Bhakhsali” (300 Masehi), “AryaBhata” (500 M)
dan “Panch Sidhantica” (600 M). Istilah sinus berasal dari India. Dipopulerkan oleh matematikawan dan astronom Aryabhata yang
berarti setengah nada, ”ardha-jya” sebelum terus
diubah sampai Gerard dari Cremona yang
mengalihbahasakan Almagest (ingat: Ptolemy) pada
penghujung abad 12, mengganti kata di atas ke dalam
bahasa Latin yang artinya lebih-kurang sama, yaitu sinus. Dan adalah Aryabhatta yang menghitung
“phi” sebesar 3,1416. Banyak metode matematika
tersebut bertebaran di dalam naskah-naskah seperti
Shatapatha Brahmana, Baudhayanasutra, dll. Sebagaimana dilaporkan dalam Indian Studies in
Honor of Charles Rockwell (Harvad University Press,
Cambridge, MA Edited by W.E. Clark, 1929), Sebokht
menulis bahwa penemuan-penemuan bangsa India
dalam bidang astronomi lebih jenius dibandingkan dengan bangsa Yunani atau Babylonia, dan sistem
angka (decimal) mereka lebih unggul. (N.S. Rajaram, p.157, 1995) Penemu pertama Calculus modern adalah orang India bernama Bhaskaracarya, dimana orang-orang
mengira itu merupakan kontribusi dari Newton atau
Liebnitz. Penggunaan aljabar, trigonometri, kwadrat dan akar pangkat tiga juga pertama kali
dimulai di India. Aryabhatta (497 A.D.) yang menghitung “ phi” sebesar 3,1416. Banyak metode matematika tersebut bertebaran di dalam naskah-naskah seperti
Shatapatha Brahmana, Baudhayanasutra, dll. Prof. R.G. Rawlinson menyatakan, “Hampir semua teori, kepercayaan, filsafat, dan matematika,
yang diajarkan oleh Pythagoras sudah dikenal
di India pada abad keenam B.C”. Demikianlah sebagian kecil hal yang diungkapkan di
dalam kitab suci Weda yang ilmiah, Kitab Suci Agama
Hindu yang menjabarkan sains atau ilmu
pengetahuan yang relevan dengan pengetahuan
modern saat ini

Thursday, May 23, 2013

Ditemukan bekas kerajaan dwaraka(mahabarata)

Apa mungkin 15.000 tahun SM, ada perang nuklir dan peradaban manusia sudah demikian tinggi ? Padahal, teknologi nuklir merupakan teknologi hi-tech yang dikerjakan oleh para ahli fisika. Kesalahan kecil yang terjadi pada
peralatan atau prosesnya dapat menjadi bencana, penebar maut. Seperti kebocoran di reaktor nuklir Chernobyl milik Rusia yang menelan banyak korban jiwa karena radiasi radio aktif. Ada kabar menarik dari arkeolog India. Ditemukan sejumlah bukti yang menunjukkan di India diduga pernah terjadi 2 perang besar yang menggunakan senjata pemusnah massal. Penelitian dilakukan oleh oleh Michael Cremo tahun 2003, arkeolog senior dari AS. Selama 8 tahun, penganut agama Hindu ini meneliti narasumber dari kitab suci Weda dan Jain, yang ditulis pendeta Walmiki, ribuan tahun lalu. Cremo tertarik menginvestigasi dan mendalami 2 kitab suci tsb. Ia menemukan nama2 yang tertera di kitab tsb ada di India. Ditemani tim dan rekannya, Dr.Rao C.S, arkeolog terkemuka India, ia meneliti dengan perangkat canggih “penjejak waktu” ( thermoluminenscence dating method ) untuk setiap obyek. Dengan karbon radio isotop, keakuratan umur objek mampu dijejak hingga miliaran tahun ke belakang. Kitab Weda ternyata bisa menjadi nara sumber akurat, mengungkap kisah2 sebenarnya beribu tahun lalu. Tak semata kitab suci. Mereka mencoba mengupas isi kisah Mahabarata, dari awal kejadian hingga perang Bharatayudha, ditandai berakhirnya perjalanan keluarga Bharata. Mereka yang berperang, berasal dari keturunan Pandu dan Destrarata, 2 bersaudara. Dr.Rao meneliti bukti2 sejarah di lautan, di teluk Gujarat, untuk mengungkap bukti keberadaan Kerajaan Dwaraka. Istana Sri Krisna, otak penggalang strategis dari pihak Pandawa. Konon, kerajaan ini musnah ditelan gelombang laut tahun 1443 SM, setelah perang Bharatayudha tahun 1478 SM. Michael Cremo mengadakan penelitian di daratan, diantaranya ; Indraprasta, Hastinapura, dan padang Khurusethra, bekas perang itu terjadi. Seperti diketahui, Indraprasta merupakan tempat bermukim keluarga Pandawa di awal perjuangan merebut Hastina. Khurusethra adalah bekas pertempuran dahsyat keluarga Bharata. Para ahli menemukan banyak bukti yang mengejutkan. Tanah tegalan luas itu ternyata tak ditumbuhi tanaman apa pun, karena tercemar radio aktif. Pada puing2 bangunan atau sisa2 tengkorak manusia yang ditemukan di Mohenjo Daro tercemar residu radio aktif yang cukup pekat. Menurut Dr.Indrajit, ahli termonuklir, hal ini terjadi diduga akibat radiasi ledakan termonuklir skala besar dalam peperangan tersebut. Jelasnya ternukil dalam kalimat Weda yang diterjemahkan bebas seperti ini,”Arjuna yang gagah berani, duduk dalam Weimana ( wahana mirip mirip terbang ), mendarat di tengah air, lalu mengangkat gendewa dan meluncurkan sebatang anak panah. Semacam senjata mirip rudal/ roket, yang dapat menimbulkan sekaligus melepaskan nyala api yang bersinar terang di atas wilayah musuh. Curahannya seperti hujan lebat yang deras, mengepung musuh dengan kekuatan dahsyat. Setelah panah itu tiba pada sasarannya, dalam sekejap sebuah bayangan yang tebal dengan cepat terbentuk seperti cendawan raksasa merekah di atas wilayah kurawa. Angkasa menjadi gelap gulita, semua kompas yang ada dalam kegelapan menjadi tidak berfungsi, kemudian badai angin yang dahsyat mulai bertiup wuuus .. wuuus, disertai debu pasir. Burung2 bercicit panik seolah olah langit runtuh dan bumi gonjang ganjing. Sementara itu di atas langit, matahari seolah-olah bergoyang, panas membara memancarkan udara mengerikan, membuat bumi berguncang, dan gunung2 bergoyang.” “Di kawasan darat yang luas, binatang2 mati terbakar dan berubah bentuk. Air sungai kering kerontang, ikan, udang dan hewan laut lainnya, semuanya mati. Saat panah ( roket ? ) meledak, suaranya bagaikan halilintar, membuat prajurit musuh berjatuhan bagaikan batang pohon yang terbakar hangus. Akibat yang ditimbulkan oleh senjata Arjuna tsb, tercipta badai api, diikuti ledakan dahsyat yang memancarkan debu beracun ( radio aktif ? ).” Untuk memperluas dan memperdalam penelitian ini, Unicef dan NASA membantu pemotretan dengan citra lansat satelit. Dari hasil riset dan pemotretan yang difokuskan di hulu sungai Gangga, para arkeolog menemukan banyak sisa puing bangunan yang telah menjadi batu hangus. Batu besar reruntuhan ini ketika dilekatkan jadi satu, permukaannya menonjol dan cekung tidak merata. Ketika dicoba melebur bebatuan
tsb, ternyata dibutuhkan suhu minimal 1.800 derajat celcius ! Batu biasa dalam keadaan normal tak mencapai suhu ini. Pada benda2 terkena radiasi nuklir, baru bisa mencapai suhu yang demikian tinggi. Di pedalaman hutan primitif India, peneliti juga menemukan lebih banyak reruntuhan batu hangus. Tembok kota yang runtuh dikristalisasi, licin seperti kaca, lapisan luar perabot rumah tangga yang terbuat dari batu dalam bangunan juga telah dikacalisasi. Para peneliti heran, selain di India, batu radiasi juga ditemukan di bekas Kerajaan Babilonia Kuno, Gurun Sahara dan Gurun Gobi di Mongolia. Bukti reruntuhan perang nuklir prasejarah, derajat radiasi masih terekam meski kejadiannya ribuan tahun SM ( Sebelum Masehi ). Batu kaca pada reruntuhan tsb, semuanya sama persis dengan batu kaca pada kawasan percobaan nuklir saat ini. Diduga kuat perang Bharatayudha adalah perang nuklir yang terjadi antara 30.000 – 15.000 SM. Untuk meneliti lebih jauh penyebaran batu radiasi ini, para ahli nuklir PBB akan mengungkapnya dalam program khusus. Penelitian yang dilakukan Dr.Rao di bawah lautan didasarkan petunjuk Weda, bahwa Kerajaan Dwaraka ditelan laut beberapa saat setelah Bharatayudha usai. Dwaraka, kediaman Sri Krisna, raja yang pegang kendali strategis di perang saudara ini. Dalam kitab suci Hindu, ia merupakan jelmaan Dewa Wisnu, pemelihara perdamaian. Keberadaan Dwaraka dilakukan selama 8 tahun, dan baru jelas setelah dibantu citra satelit NASA. Dari sana ditemukan jejak kerajaan tsb di bawah Teluk Gujarat. Setelah ada petunjuk pasti, akhirnya Dwaraka berhasil ditemukan dalam keadaan hancur digulung gelombang Laut Arab yang cukup dahsyat. Dari hasil investigasi, banyak temuan berharga indikator kehidupan makhluk 15.000 tahun lalu. Selain tembikar, ada bongkahan batu besar yang diduga benteng dan dinding istana. Batuan dipenuhi ornamen indah, lonceng kuil dari tembaga, jangkar kapal, pot bunga dari keramik, serta uang emas dan tembaga. Penemuan logam ini memperlihatkan kepada kita, peradaban 30.000 – 15.000 tahun lalu sudah tinggi. Tak heran temuan ini mengindikasikan penggunaan senjata pemusnah massal di perang itu. Dari penemuan2 itu, Dr. Michael Creko membukukan laporan dalam 3 buku yang dicetak tahun 2006. Beberapa diantaranya ; Forbidden Archaelogis, The Hidden History of Human Race, dan Human Devolution,
yang isinya menentang teori Darwin, tentang evolusi manusia. Dr. Rao dari hasil karyanya memperoleh penghargaan “The World Ship Trust Award” dari PBB atas penemuan siklus kehidupan manusia yang memutus teori Darwin.
-sumber :http://harunjaya33.wordpress.com/ http://atlantislegend.blogspot.com/

Thursday, May 16, 2013

kasiaat oong tiing

Ong Tiing/Jamur Bambu Ong/jamur ini tumbuh di rumpun bambu yang lebat, tetapi jarang ditemukan kecuali berjodoh dengannya. Jamur ini berwarna hitam mengkilat yang besarnya setara dengan ”Ong Bulan”. Kegunaan dari ong tiing ini adalah untuk menangkal dan melindungi rumah serta penghuninya dari serangan ilmu pengiwa/hitam, sebagai campuran usada dan juga sebagai penangkal maling serta tuyul yang mau memasuki pekarangan rumah yang memiliki ong tiing ini. Dengan merendam ong tiing ini dengan air laut, air sungai dan air danau dan kemudian memercikkannya dilingkungan pekarangan dan tempat usaha/ pedagangan niscaya pencuri dan bererong/tuyul tidak akan berani mendekat. Karena pancaran gaib yang ditimbulkan sangat dashyat dari rendaman air

Thursday, April 11, 2013

BEBRAPA MANTRA DALAM BUDAYA DIBA LI


OBAT TUTUH  MATA.(TETES)

SARANA; DAUN SIRIH TEMU ROS
TULIS AKSARA .A N A C A R A K A,,,,PAKE AKSARA BALI
MASUKKAN KEDALAM GELAS ISI AIR SETENGAH,POPTONG DAUN SIRIH DNGN PISAU,AIR TETESANNYA PAKE TUTUH MATA.

USADA YEH......

MENYEMBUR ATAU NYIMBUH DENGAN AIR,MANTRA,,ONG,MANG,ANG

MENETESKAN AIR DIMULUT...MANTRANYA....UNG,MANG,ANG.ONG

MEMBERIKAN KOMPRES, MNTRA ONG IH.AH

MEMBERI LOLOH...ONG,MANG ANG,

MENGUSAP,BOREH DENGAN AIR,,,UNG MANG ANG

ini hanya catatan anggap sebagi informasi saja..untuk kejelasannya bisa ditanyakan pada yang yang mengerti.

PENGIMPAS IMPAS

SARANA PEES BARAK (BASE)
LUDAH DIPAKE NULIS TANDA TAPAK DARA DI SELANING LELATE, ANTARA DUA ALIS
SAAT MENULIS UCAPKAN,ANG UNG MANG ANG AH

TAMBE BANGKYANG JANGKEH

ISEN,PAMOR BUBUK,ULIG BOREHANG.


TAMBE ULU HATI BESEH NGANCUK ANCUK

TAIN SUBATAH,ULUNGAN DON DADAP,ISEN, INJIN,UYAH, SIMBUHANG


BENTENG PERLINDNGAN DARI IBU GAYATRI

ANDAI MERASA PUNYA PENYAKIT YANG TIDAK BISA DIOBATI ATAU MERASA DIKEJAR -KEJAR SETAN,BAGI MEREKA YANG DIGANGGU KARMA -KARMA BURUK.ATAU SEBAGAI BENTENG PERLINDUNGAN, DENGAN MEMBUAT SENDIRI...DIPASUPATI HANYA DENGAN GAYATRI MANTRAM...

CARA,,,
-PADA LEMBARAN KERTAS ATAU TEMBAGA PERAK,TULISLAH LIMA PRANAWA OM.SEBAIKNYA DALAM BAHASA SANSEKERTA, MASING MASING SATU PADA SETIAP SUDUT,DAN SATU DITENGAH.
-SEKARANG GULUNGLAHDAN TUTUP PADA SALAH SATU UJUNGNYA,DENGAN MELIPAT DAN TARUH DIDALAMNYA,SEKERAT KECIL PASTA CENDANA, DAN UCAPKAN MANTRA GAYATRI 10 KALI,TRUS TUTUPLAH UJUNG YANG SATUNYA LAGI...SEKARANG SUDAH BISA DIPAKE .IKT DENGAN BENANG, BISA TRIDATU UNTUK DIIKAT PADA LEHER ATAU TANGAN.

DENGAN DAYA KEKUATAN  MANTRA GAYATRI SIPASIEN AKAN CEPAT SEMBUH.
BAGI ANAK YANG KURANG NORMAL SKSN MEMBERIKAN PENYEMBUHAN