Selamat Datang DI WWW.WACANADHARMA.BLOGSPOT.COM

Friday, December 27, 2013

Penglukatan ,penyepuh ring rage

Sarane nyuh gading,ambengan siye katih tegul aji benang
cara:kaketisang,ketunas anggo mandus.
Mantera: ang ung mang man gang mang ang ung ang ah,ahang mang 3x

Monday, December 23, 2013

Kasiat gaib kepasilan(benalu)

Suber tulisan dari koran bali post

Khasiat Gaib Benalu
Jika les merupakan bagian dari (kayu) suatu tumbuhan, maka ada lagi yang disebut kepasilan atau benalu. Kepasilan ini ada pada tumbuhan tertentu, namun bukan merupakan bagian dari tumbuhan itu sendiri. Tetapi karena ia berada pada tumbuhan tersebut, maka pada akhirnya orang menyebutnya sebagai kepasilan dari tumbuhan yang ditumpanginya. --------- BENALU atau kepasilan memiliki kekuatan gaib yang banyak dipakai sebagai bahan ramuan obat tradisional. Pun dalam dunia spiritual, kepasilan juga dimanfatkan sebagai sarana penyembuhan. Kepasilan tiying (bambu) memiliki kekuatan untuk membersihkan diri dari 40 cuntaka atau kesalahan. Mereka yang sudah melakukan upacara pembersihan diri biasanya memiliki pantangan-pantangan tertentu, seperti tidak boleh makan daging sapi, tak boleh berkata-kata yang tidak baik, tidak boleh berjalan di bawah jemuran pakaian, dll. Nah, jika hal itu sampai terjadi tanpa disadari, maka itu bisa meredupkan yoni yang ada dalam diri orang bersangkutan. Agar yoni tersebut dapat hidup kembali, maka dilakukan pembersihan dengan memakai air wangsuhan dari kepasilan tiying. Kepasilan tiying juga biasa dipakai sebagai minyak reratusan oleh penekun spiritual. Caranya, dengan menggorengnya bersama minyak kelapa tertentu. Konon minyak tersebut nantinya akan memiliki seratus kegunaan. Ada cerita yang berkembang di masyarakat, konon kepasilan tiying ini dapat menghidupkan apa pun yang sudah mati. Cerita yang paling heboh adalah cerita tentang seorang pedagang ikan pindang yang membawa sebakul pindang ke pasar. Saat berjalan, tanpa disadarinya ia melintas di bawah rumpun bambo yang ditumbuhi kepasilan. Beberapa saat kemudian ikan-ikan pindang itu berubah menjadi ikan hidup. Tentu saja cerita ini hanya rekaan saja yang tujuannya untuk menegaskan bahwa les tiying memiliki kekuatan untuk menghidupkan. "Hanya untuk menghidupkan yoni dalam tubuh seseorang, bukan menghidupkan orang atau hewan yang sudah mati," jelas Pande I Gede Putu Setia Gunawan, seorang penganut spiritual. Kepasilan kelor juga memiliki kekuatan gaib yang hampir sama dengan les-nya. Kepasilan kelor dapat dipakai alat mengobati orang yang terkena penyakit bebainan, cerongcong polo, dan sebagainya. Caranya, dengan memukul-mukulkan kepasilan kelor tersebut ke tubuh si sakit, selanjutnya kepasilan dibakar dan di-dudus-kan pada telapak kaki si sakit. Tujuannya, mengeluarkan penyakit tersebut dari dalam tubuh si sakit lewat bagian kaki. Jika kepasilan kelor itu dicampur dengan minyak kelapa tertentu dan kemudian digoreng, maka minyak itu dapat dipakai mengobati orang kena cetik buatan manusia. Caranya, dengan meminum minyak itu beberapa tetes dan juga dioleskan pada bagian pusar dan perut si sakit. Di samping itu, kepasilan kelor jika dicampur dengan bahan-bahan tertentu akan dapat dipakai sebagai salah satu alat kekebalan. Tumbuhan lainnya yang juga kepasilan-nya berkekuatan gaib adalah kepasilan liligundi. Kepasilan liligundi dan kepasilan tiying memang memiliki kelainan kalau dibandingkan dengan kepasilan lainnya. Kalau kepasilan lainnya dibawa ke tumbuhan lain lewat seekor burung, maka kepasilan tiying dan kepasilan liligundi berasal dari kama (air mani) ular saat berhubungan. Kepasilan liligundi, di samping berfungsi sebagai penyepuhan dari kesebelan, juga berfungsi sebagai pemunah kekebalan dan salah satu alat kekebalan. Kepasilan lainnya yang juga jarang ditemukan namun memiliki kekuatan gaib yang dahsyat adalah kepasilan jepun. Untuk mendapatkan kepasilan ini memang diakui oleh banyak penekun spiritual tergolong sangat sulit. Malahan, sering kali kepasilan jepun tidak bisa terlihat oleh orang biasa walaupun keberadaannya dekat dengan mereka. Konon tumbuhan-tumbuhan semacam itu dijaga oleh mahluk-mahluk halus, dan merekalah yang sebenarnya menutupi pandangan manusia. Kalau kemudian beberapa orang penekun spiritual dapat melihatnya, maka itu karena ada yang menunjukkannya saat bermimpi atau saat bersemadi. Kepasilan jepun memiliki kekuatan untuk mengobati orang yang terkena upas buatan manusia atau karena dibawa binatang. Caranya, dengan mengoleskan minyak olahan dari kepasilan tadi ke tubuh si sakit. Cara lainnya, dengan mengambil air asaban (gosokan) dari kepasilan jepun tersebut, kemudian dicampur garam dapur sedikit, lalu oleskan ke seluruh tubuh. Cara lainnya, menambahkan lagi campuran tadi dengan pamor penginangan (kapur sirih), atau bisa juga air ludah penginangan. Kepasilan santen memiliki kegunaan sebagai pangetis-ngetis -- menenangkan hati yang sedang bingung. Caranya, dengan mengoleskan air asaban kepasilan santen itu ke wajah dan seluruh tubuh. Kalau kepasilan santen ini diolah menjadi minyak, maka minyak itu dapat diminum beberapa tetes. Kepasilan cendana berfungsi untuk menyembuhkan luka dalam karena mengalami kecelakaan, misalnya. Caranya, dengan meminum air asaban dari kepasilan cendana itu. Tentu saja diminum beberapa kali agar luka tersebut menjadi sembuh. Kepasilan plawa (kayu mas) juga memiliki kekuatan gaib sebagai penyengker pawakan atau pemagar diri. Caranya, dengan mengusapkan air asaban-nya ke seluruh tubuh atau meminum minyaknya (kalau diolah menjadi minyak) beberapa tetes. Diyakini dengan cara begini tubuh pemakainya akan terpagari dari serangan black magic. Lalu, kepasilan delima adalah kepasilan yang mungkin paling mudah dicari. Ada banyak fungsi yang dimilikinya di antaranya sebagai obat mata merah. Caranya, dengan meneteskan air asaban dari kepasilan delima itu ke mata, atau dengan meminum minyaknya beberapa tetes. Daun kepasilan delima juga sering dipakai sebagai teh untuk menyembuhkan kanker. Kepasilan jeruk nipis adalah salah satu kepasilan yang sering dipakai sebagai obat sakit perut mules- mules. Air asaban-nya dipakai sebagai obat pengendor sakit amandel. Kepasilan lainnya yang juga memiliki kekuatan gaib namun jarang ditemui adalah kepasilan waru. Kepasilan yang unik ini banyak diminati karena memiliki keampuhan sebagai penyeseh atau mempermudah kelahiran bayi dari rahim seorang ibu. Caranya, dengan meminum air asaban-nya atau meminum beberapa tetes minyak dari olahan kepasilan waru itu. Di samping diminum, minyak tersebut juga diusapkan di perut sang ibu hamil. * gung man

Monday, October 28, 2013

mantra untuk menghilangkan gangguan dari hantu dll

Tuhan Narasimha / Nrisimha Moola Mantra Berikut ini Lord Narasimha Moola Mantra sebaiknya diucapkan 108 kali selama 21 hari berturut-turut. Ini
akan membantu dalam menghilangkan gangguan
dari semua entitas jahat, hantu, mata jahat, dll
bersama dengan melindungi Anda dari musuh.

om namah kshraum क्श्रौम

Saturday, October 26, 2013

mantra keharmonisan

Dewa Wisnu Moola Mantra Berikut ini Vishnu Moola Mantra sebaiknya diucapkan 512 kali selama 21 hari berturut-turut. Ini akan
membantu melestarikan persatuan, harmoni dan
pengertian dalam keluarga. Ini akan membantu
untuk meringankan Guru Dosha.

om namo narayanaya namah

Tuesday, September 17, 2013

Doa bagi yg sakit,sekarat , baru ,meninggal

Doa Bagi Yang Sakit, Sekarat, Baru Meninggal,

1. Doa/ Mantra bagi yang sakit
OM VATA A VATU BHESAJAM, SAMBHU MAYOBHU
NO HRDE, PRA NA AYUMSI TARISAT Ya Hyang Widhi semoga Hyang Vayu
menghembuskan angin sejuk, Vayu yang
memberikan kesehatan dan kesejahteraan, semoga
Ia memberikan umur panjang (Rgveda X.186.1)

2. Doa/ Mantra bagi yang sekarat
OM BHUR BHUVAH SVAH; OM TAT SAVITUR
VARENYAM, BHARGO DEVASYA DHIMAHI, DHIYO
YO NAH PRACODAYAT, SRIM Oh Ibu Devata, Gayatri-Laksmi, paduka berkenan
dengan bhakti hamba, paduka akan memberkahi
kesehatan, kedamaian dan keinginan hamba, sembah
sujud hamba (Sadhana Gayatri, Pengucapan mantra ini
dengan meditasi dan dibantu tasbih, diulang-ulang
kalau bisa 108 kali) 3. Doa/ Mantra bagi yang baru meninggal dunia OM VAYUR ANILAM AMRTAM, ATHEDAM
BHASMANTAM SARIRAM, OM KRATO SMARA
KLIBE SMARA KRTAM SMARA Ya Hyang Widhi, penguasa hidup, pada saat kematian
ini semoga ia mengingat vijaksara suci OM, semoga ia
mengingat Engkau Yang Mahakuasa dan kekal abadi,
ingat pula kepada karmanya. Semoga ia mengetahui
bahwa atma adalah abadi dan badan ini akhirnya
akan hancur menjadi abu (Yayurveda XL 15)

Sumber stiti dharma online
Bhagawan dwija

Doa untuk orang meninggal

Ketika mendengar berita kematian segera ucapkan: OM SWARGANTU, MOKSANTU, SUNYANTU,
MURCANTU. OM KSAMA SAMPURNA YA NAMAH SWAHA

Artinya: Om Ida Sanghyang Widhi Wasa, semogalah
arwah yang meninggal mendapat sorga, manunggal
dengan-Mu mencapai keheningan tanpa derita.
Ampunilah segala dosanya, semoga ia mencapai
kesempurnaan atas kekuasaan dan pengetahuan
serta pengampunanmu. Doa yang sama diucapkan pula ketika ngelayat,
dengan berdiri (pada asana) di samping jenazah.

Saturday, September 7, 2013

Bukti sains.ilimiah kitab suci hindu

Berikut ini adalah beberapa diantara banyak bukti
adanya sains dan ilmu pengetahuan yang terdapat di
Kitab-Kitab Agama Hindu yaitu Veda. ALAM SEMESTA Tuhan Yang maha Esa dan Maha Besar adalah
Brahman, Dewa Wisnu adalah personifikasi Brahman
tertinggi. Ilustrasi : Setiap satu alam semesta yang berbentuk bulat telur,
terdiri dari banyak Galaksi, satu Dewa Brahma. Kāranodakaśāyi Vishnu (Mahā Vishnu): Wisnu yang
berbaring dalam lautan penyebab dan Beliau
menghembuskan banyak alam semesta. Lautan penyebab (Causal Ocean / Lautan Energi) adalah energi eksternal Tuhan. Sesuai dengan teori fisika terkini dimana energi tidak dapat diciptakan atau
dimusnahkan. Jadi dari setiap “pori-pori” Kāranodakaśāyi Visnu
muncullah Garbhodakaśāyī Visnu yang memunculkan
sebuah alam semesta. Dari 1 “pori-pori”
memunculkan 1 alam semesta yang terdiri dari jutaan
galaksi. Garbhodakaśāyī Visnu dan Dewa Brahma ada
di tiap-tiap alam semesta. Brahma Samhita Sloka 13 Benih-benih transendental (anti materi) Sankarsana
muncul dari “pori-pori kulit” Maha Visnu dalam
bentuk telur emas yang tak terhitung jumlahnya
sambil maha-Visnu “berbaring” di lautan
penyebab, semua telur tersebut tetap tertutupi oleh
unsur material besar. Secara Ilmiah munculnya alam semesta dari “pori-
pori Tuhan” dalam wujud Kāranodakaśāyi Visnu ini
merupakan area tempat terjadinya perubahan dari
Energi menjadi Materi (penciptaan alam semesta
materi), yang merupakan kebalikan dari Pralaya dimana materi berubah menjadi energi (peleburan). Itulah maka Veda tidak menggunakan istilah kiamat tetapi peleburan, karena semata-mata hanyalah peleburan dari materi menjadi energi (“tenaga”).
Ada beberapa tahap Pralaya yang skala waktunya
mulai 4,3 milyar tahun (1 hari siang Brahma) sampai
311 triliun tahun bumi (akhir hidup Dewa Brahma).
Alam semesta ini sedang berada di tahun ke – 51
Brahma atau 155 triliun tahun Bumi setelah Brahma lahir. Setelah Brahma melewati usia ke – 100, siklus
baru dimulai lagi, segala ciptaan yang sudah
dimusnahkan diciptakan kembali, begitu seterusnya. Bhagavad-gita 9.7 Wahai putera Kunti, pada akhir jaman, semua
manifestasi material masuk ke dalam tenaga-Ku, dan
pada awal jaman lain, Aku menciptakannya sekali
lagi dengan kekuatan-Ku. Bhagavad-gita 9.8 Seluruh susunan alam semesta di bawah-Ku. Atas
kehendak-Ku alam semesta dengan sendirinya
diwujudkan berulang kali. Atas kehendak-Ku
akhirnya alam semesta dileburkan. Bhagavad-gita 9.10 Alam material ini, salah satu di antara tenaga-tenaga-
Ku, bekerja di bawah perintah-Ku, dan menghasilkan
semua makhluk baik yang bergerak maupun yang
tidak bergerak, wahai putera Kunti. Di bawah hukum-
hukum alam material, manifestasi ini diciptakan dan
dilebur berulang kali. Śrīmad Bhāgavatam 5.18.31 Ya Tuhan, manifestasi kosmik yang terlihat ini adalah
demonstrasi energi kreatif Anda sendiri. Karena
bentuk-bentuk yang tak terhitung jumlahnya dalam
bentuk manifestasi kosmik hanyalah sebuah layar
energi eksternal Anda semata.. Dalam kitab Purana dan Upanisad digambarkan bahwa alam semesta terbentuk secara bertahap dan
berevolusi. Penciptaan alam semesta dalam kitab
Upanisad diuraikan seperti laba-laba memintal
benangnya tahap demi tahap. ——————————————————-
“Akhirnya kita sampai pada kesimpulan bahwa
alam semesta ini menyerupai sebutir telur akan tetapi
informasi ini telah terdapat pada literature Hindu.”
(Alan Kogut, NASA)
——————————————————- FISIKA, PLANET, MATAHARI, GALAKSI Rgveda II.72.4 “Aditer dakso ajayata, daksad uaditih pari”.
Artinya : Dari aditi ( materi) asalnya daksa (energi) dan dari daksa (energi) asalnya aditi (materi). Ternyata teori yang mencengangkan ini telah tersurat
di Veda. E = m.c2 Albert Einstein ternyata bukan hal yang baru dalam ilmu pengetahuan Veda. Rgveda II,11.20 “Avartayat suryo na cakram”
Matahari berputar seperti sebuah roda pada
sumbunya. Atharwa Weda XII.1.37 “Ya apa sarpam vijamana vimrgvari”
Artinya: Bumi bergerak berotasi dan bertranslasi Yajur Weda III.6 “Ayam gauh prsnir akramid,asadan mataram
purah,pitaram caprayam svah” Artinya: Bumi yang berbintik-bintik ini ada dan
berputar dilangit seperti seorang ibu, ia berjalan mengelilingi matahari sebagai seorang ayah. Dari sloka tersebut terlihat bahwa selain berotasi atau berputar pada porosnya, bumi juga berevolusi mengelilingi matahari, dari pernyataan ini sangat erat
dengan teori heliosentris yang menyatakan bahwa
pusat alam semesta adalah matahari. Dan diperjelas
lagi oleh kitab Atharwa Weda mengenai pergerakan
Bumi. Dalam kitab ini pun juga menjelaskan bahwa
bagaimana bumi dapat bertahan di dalam angkasa raya karena gaya tarik-menarik yang lebih superior,
ini dalam ilmu fisika telah dijelaskan oleh Newton
melalui teori Gravitasi yang sudah dipaparkan di atas. Atharvaveda XIX.7.1 “Citrani sakam divi rocanani sarisrpani bhuvane
javani ”
Semua konstelasi perbintangan yang bercahya ini
berputar sangat kencang. Atharwa Weda VI.106.3 “Suryasya rasmasyah para patanti asumat”
Artinya sinar matahari terpancar dengan dengan
kecepatan sangat tinggi. Penjelasan : kecepatan cahaya matahari adalah 2,99793 x 108 m/ det. Yajurveda IX :3 “Apam rasam udvayasam surye santam
samahitam, apam rasasya yo rasah”
Artinya: intisari yang paling halus yang membentuk
air ada di matahari. Penjelasan : Matahari
sesungguhnya adalah bola gas yang berpijar, dengan
komponen utama gas hindrogen dan helium. Hidrogen (H2) dapat bereaksi dengan oksigen (O2)
menghasilkan air (H2O). Reaksinya 2H2(g) + O2 (g)a 2
H2O(l). Atharvaveda XIV.1.2 “Somena aditya balinah”
Artinya, matahari menghasilkan energi dari soma
( hiderogen). Penjelasan : Di Matahari secara terus
menerus terjadi reaksi fusi ( penggabungan) inti-inti atom hydrogen menjadi inti atom helium. Reaksi
tersebut disertai dengan pelepasan energi yang
sangat besar. Yajurveda XVIII.40 “Susunah suryarasmis candrama-gandharvah”
Artinya sinar matahari yang disebut susumna,
menerangi bulan. Regveda II.27.4 “Dharayanta adityaso jagat stha”
Sinar matahari menopang seluruh alam semesta.
Penjelasan : Sinar matahari menopang melalui energi radiasi yang dikandungnya. Sebagai contoh , Bumi menerima supply energi dari matahari sebesar 1,73 x
1017 joule per detik. Energi sebesar itu hanya
seperlima puluh milyar dari seluruh energi yang
dipancarkan matahari. Mengingat demikian
pentingnya energi matahari , maka matahari disebut
sebagai sumber energi pertama dan utama bagi kehidupan di Bumi. Rig Veda [1.103.2], [1.115.4] dan [5.81.2]: Efek Gravitasi matahari membuat bumi stabil. Rig Veda [10.189.1]: Bulan ini, menjadi satelit bumi, berputar di planet Ibunya (Bumi) dan mengikutinya
ber-revolusinya mengitari Matahari, ayah planet yang
bercahaya sendiri. Rig Veda [1.169.9], [1.190.7]: Bumi berputar dan mengitari Matahari seperti anak sapi mengikuti
Induknya. Rig Veda [1.164.2]: Garis edar bulat lonjong yang dilalui oleh benda angkasa adalah kekal dan tidak
berkurang Rig Veda [1.164.29]: perputaran bumi tidak berkurang dan bumi terus berputar pada sumbunya Sama Veda [121]: Matahari tidak pernah terbenam ataupun terbit karena bumi yang berotasi Rig VedaXXX. IV. V : Bentuk Bumi adalah seperti oblate spheroid (bulat pepat). Markandeya Purana 54,12 : Bumi diratakan/ dimampatkan di kutub (bulat pepat). Brahmana Aitareya (3.44) : “Matahari tidak pernah tenggelam ataupun terbit. Ketika orang
berpikir Matahari tenggelam tapi tidaklah demikian.
Setelah tiba di penghujung hari, matahari membuat
dirinya menghasilkan dua efek yang berlawanan,
menghasilkan malam hari untuk apa yang di belahan bawah dan siang hari di belahan lainnya. Setelah sampai di penghujung malam, matahari
membuat dirinya menghasilkan dua efek yang
berlawanan, menghasilkan siang hari di belahan
bawah dan malam hari di belahan lainnya. Pada
kenyataannya, Matahari tidak pernah tenggelam.” Shrimad Bhagwatam : “Setelah pembentukan planet bumi, Brahma menciptakan atmosfer dalam tujuh kelompok, dari formasi tersebut lautan menjadi
ada, dan bentuk kehidupan pertama muncul di planet
Bumi. Atmosfer diciptkan untuk melindungi kulit
Bumi” Rig Veda 10.149.1 : “Matahari mengikat Bumi dan planet-planet lain melalui daya tarik dan
menggerakkan di sekitar dirinya bagaikan seorang
pelatih memegang kendali kuda dan bergerak
mengelilinginya.” (Gravitasi) Shrimad Bhagwatam 5.23.5 :Bentuk dari çiçumära memiliki kepala ke bawah dan melingkar tubuhnya. Di
ujung ekornya adalah planet dari Dhruva, pada tubuh
ekornya adalah planet-planet dari Prajapati dewa,
Agni, Indra dan Dharma, dan di dasar ekornya adalah
planet-planet dari Dhätä demigods dan Vidhätä.
Dimana pinggul mungkin pada çiçumära adalah tujuh orang bijak suci seperti Vasiñöha dan Aìgirä. Tubuh
melingkar dari Çiçumära-cakra berubah ke arah sisi
kanan, di mana empat belas rasi bintang dari Abhijit
untuk Punarvasu berada. Pada sisi kiri adalah empat
belas bintang dari Punya untuk Uttaräñäòhä. Jadi
tubuhnya yang seimbang karena sisi-sisinya ditempati oleh jumlah yang sama bintang. Di belakang
çiçumära adalah kelompok bintang yang dikenal
sebagai Ajavéthé, dan di perut adalah seperti sungai
Gangga yang mengalir di langit (Milky Way) [ Galaksi Bima Sakti]. ——————————————————- KIMIA, BIOLOGI Atharvaveda III.13.5 “Agnisomau bibhrati apa it tah”
Air terbentuk dari Agni ( oksigen ) dan soma ( hidrogen) Rgveda VIII. 72.16 “Adhuksat pipyusim isam urjam, suryasya sapta
rasmibhih”
Tumbuh-tumbuhan memperoleh energi dari cahaya
matahari. Penjelasan : Tumbuhan dapat mengubah air
dan gas karbondioksida menjadi gula dan gas oksigen
dengan adanya zat hijau daun (klorofil) dan bantuan sinar matahari ( sinar biru dan sinar merah). Hal
tersebut terjadi melalui proses fotosintesis. Samaveda 1824 “Tam it samanam vaninas ca virudho-antarvatis ca
suvate ca vivaha”
Tumbuh-tumbuhan memancarkan udara vital yang
dinamakan samana ( oksigen) secara teratur.
Penjelasannya : Oksigen (O2) merupakan hasil samping reaksi fotosintesis yang sangat bermanfaat
bagi kehidupan, termasuk untuk pernafasan. Atharvaveda VIII.7.10 “Ugra ya visa-dhusanih osadhih”
Tumbuh-tumbuhan menghancurkan pengaruh atmosfir yang beracun. Yajuveda :6.22 “Ma po mo sadhir himsih”
Jangan mencemari air dan jangan menebang pohon. Yajurveda V.43 “Dyam ma lekhir,anariksam ma himsih”
Jangan mengganggu langit dan mencemari atmosfir. ——————————————————- ILMU PENGOBATAN – AYUR VEDIC Pada halaman 360-70 dari buku World Vedic Heritage,
Mr. Oak menyajikan sebuah daftar perbandingan
kata-kata antara bahasa Inggris dan Sanskrit. Ini
memperlihatkan seberapa banyak kebudayaan barat
berasal dari pengetahuan Vedic/Sanskrit di bidang
pengobatan begitu juga berapa banyak kata-kata Sanskrit telah diambil ke dalam bahasa Inggris. English ================> Sanskrit
fever =================> jwar, kemudian menjadi
jever, kemudian fever
entrails ================> antral
nasal or nose ============> naas
herpes ================> serpes gland ==================> granthi
drip, drop, drops ==========> drups
hydrocephalus ============> andra-kapaalas
(otak/kepala ber-uap air)
hiccups ================> hicca
muscle =================> mausal (gemuk) malign, malignant =========> mallen
osteomalacia ============> asthi-malashay
(kontaminasi tulang)
dyspepsia ==============> dush-pachanashay
(pencernaan tidak baik)
surgeon ================> salya-jan (pemakaian peralatan tajam)
fertility ================> falati-lti (menghasilkan
buah)
anesthesia ==============> anasthashayee
(terbaring tidak sadarkan diri)
homeopathy =============> Samaeo-pathy (treatment parallel terhadap symptom)
allopathy ===============> alag-pathy (treatment
yang berbeda dengan symptom) Dalam buku World Vedic Heritage karya Mr. P.N. Oak
menjelaskan : “Apabila kita menyimak lebih dekat
tentang terminologi-terminologi allopathi, apakah itu
jenis-jenis penyakit, organ-organ fisik, symptom,
rehabilitasi, atau peralatannya ternyata bahwa
semua itu didasarkan kepada Ayurveda karena semasa dunia masih bersatu di bawah naungan
Administrasi Veda hanya ada Ayurveda yang
merupakan satu-satunya sistem pengobatan yang
dipakai di seluruh dunia. ——————————————————- MATEMATIKA Asal angka adalah dari India. angka telah digunakan oleh orang India didalam acuan Matematika mereka
pada abad ke-VI. Sistem nomor ini menyebar dari
India ke Arab dan dari sana menyebar ke Eropa pada
abad ke-XII.
Penemuan sistem angka yang modern memiliki
nomor berkisar antara 1-9, dan konsep nol (angka nol) telah diakreditasikan terhadap India, simbol 0 berasal dari India. Angka ini telah digunakan dalam
astronomi Hindu dan acuan Matematika seperti
“Bhakhsali” (300 Masehi), “AryaBhata” (500 M)
dan “Panch Sidhantica” (600 M). Istilah sinus berasal dari India. Dipopulerkan oleh matematikawan dan astronom Aryabhata yang
berarti setengah nada, ”ardha-jya” sebelum terus
diubah sampai Gerard dari Cremona yang
mengalihbahasakan Almagest (ingat: Ptolemy) pada
penghujung abad 12, mengganti kata di atas ke dalam
bahasa Latin yang artinya lebih-kurang sama, yaitu sinus. Dan adalah Aryabhatta yang menghitung
“phi” sebesar 3,1416. Banyak metode matematika
tersebut bertebaran di dalam naskah-naskah seperti
Shatapatha Brahmana, Baudhayanasutra, dll. Sebagaimana dilaporkan dalam Indian Studies in
Honor of Charles Rockwell (Harvad University Press,
Cambridge, MA Edited by W.E. Clark, 1929), Sebokht
menulis bahwa penemuan-penemuan bangsa India
dalam bidang astronomi lebih jenius dibandingkan dengan bangsa Yunani atau Babylonia, dan sistem
angka (decimal) mereka lebih unggul. (N.S. Rajaram, p.157, 1995) Penemu pertama Calculus modern adalah orang India bernama Bhaskaracarya, dimana orang-orang
mengira itu merupakan kontribusi dari Newton atau
Liebnitz. Penggunaan aljabar, trigonometri, kwadrat dan akar pangkat tiga juga pertama kali
dimulai di India. Aryabhatta (497 A.D.) yang menghitung “ phi” sebesar 3,1416. Banyak metode matematika tersebut bertebaran di dalam naskah-naskah seperti
Shatapatha Brahmana, Baudhayanasutra, dll. Prof. R.G. Rawlinson menyatakan, “Hampir semua teori, kepercayaan, filsafat, dan matematika,
yang diajarkan oleh Pythagoras sudah dikenal
di India pada abad keenam B.C”. Demikianlah sebagian kecil hal yang diungkapkan di
dalam kitab suci Weda yang ilmiah, Kitab Suci Agama
Hindu yang menjabarkan sains atau ilmu
pengetahuan yang relevan dengan pengetahuan
modern saat ini.