Selamat Datang DI WWW.WACANADHARMA.BLOGSPOT.COM

Minggu, 24 Oktober 2010

hukum karma

 hukum karma

Telah diketahui bahwa segala yang terjadi di nunia ini tidak ada yang kebetulan.Semua ada sebab dan akibat,apapun yang kita alami merupakan sebab dari" baik melalui pikira perkataan dan tindakan.

  Sang Buddha bersabda : " Sesuai dengan benih yang ditanam, itulah buah yang akan Anda peroleh. Pelaku kebaikan akan mengumpulkan kebaikan. Pelaku keburukan, memperoleh keburukan. Jika Anda menanamkan benih yang baik, maka Anda menikmati buah yang baik." (Samyutta Nikaya I, 227). 

 Tiga komponen yang merupakan pelaku utama karma adalah tubuh fisik, ucapan dan pikiran. Contoh karma yang dilakukan oleh tubuh fisik, yaitu membunuh, mencuri dan berjinah. Contoh karma yang dilakukan oleh ucapan, yaitu berbohong, membicarakan hal-hal yang tidak bermanfaat, memfitnah dan berbicara kasar. Sedangkan contoh karma yang dilakukan oleh pikiran adalah keserakahan, kebencian dan khayalan. Karma dapat dibedakan atas karma yang bermanfaat, karma yang tidak bermanfaat dan karma yang bukan bermanfaat maupun tidak bermanfaat.

  Mari kita memandang hukum karma dari sudut pandang yang lebih luas tidak hanya sekedar kehidupan masa lalu dan masa sekarang.tetapi hukum karma adalah hukum alam (sebab akibat) karena sesuatu terjadi pasti ada sebabnya.hukum ini berlaku unifersal. andai pun kita punya karma buruk yang hharus kita alami  saat ini itu bisa kita imbangi dengan karma baik sekarang.Untuk menghilangkan gelap diperlukan cahaya, menghilangkan pikiran buruk dengan pikiran baik.Mungkin karma buruk yang harus kita terima saat ini tidak bis diubah tetapibisa kita tawarkan dengan karma baik.

“Apapun yang anda lakukan baik itu secara ragawi maupun 
melalui jalan pikiran,
dari pagi hingga malam, sepanjang hari, bulan,
tahun dan seumur hidup anda, semenjak anda
lahir sampai mati disebut KARMA.”
Contohnya : bangun, duduk, mandi, mencuci, berjalan, berdagang,
memakan, berolah raga, bersanggama, bekerja, bersembahyang, 
bernafas, dst. dst.
“Kesemua tindakan dan aksi yang dilakukan melalui berbagai indriyas
(organ-organ tubuh penting), baik secara instinktif maupun
melalui jalur pikiran yang dipengaruhi oleh rasa senang
maupun tidak senang, suka-duka, dsb., disebut KARMA”.

  Anggaplah garam itu karma buruk ,air adalah karma baik jika semakin banyak air yang kita tambahkan kegaram maka rasa garam itu semakin berkurang walupun zat dari garam itu masih ada.semakin bnyak perbuatan baik yang kita lakukan maka semakin tidak tersa lah karma buruk yang kita alami saat ini.

   Menurut sai narayana sadana yang bagus dilakukan pada jaman kali ini dalah dengan mengidungkan nama-naman suci Tuhan ,(kirtanam) dan berjapa mengulang ulang mantra mantra suci Tuhan disamping itu  dianjurkan kita untuk melakukan pelayanan sesama uamat hal ini dapat menetralisi akibat dari karma buruk masa lalu kita. berjapa juga dapat membantu menenangkan pikiran agar bisa berpikir positif didalam menghadapi masalah yang menimpa kita..

Menurut para resi dan Shastra-Widhi kita, kesemua karma ini terbagi di dalam tiga kategori sesuai dengan tahap-tahap yang hadir, seperti berikut ini :
1.           
    KRIYAMANA KARMA, yang berarti sebuah tindakan dilakukan pada saat ini secara instan kemudian menghasilkan pahala dan akibat pada saat ini juga.
2.          
    SANCHIT KARMA, yaitu karma komulatif, yaitu karma atau tindakan yang pernah dilaksanakan pada saat atau waktu-waktu yang lalu, namun belum matang pahalanya, jadi tertunda sampai saatnya kelak, sampai pada suatu saat tertentu yang tepat. Selama belum tiba saatnya, maka karma ini bersifat balans dan terkumpul terus (ibarat deposito dan bunganya).
3.           
    PRARABDHA KARMA, berarti hasil dari semua tindakan Sanchit Karma yang telah matang,  akan menghasilkan pahala. Biasanya fenomena ini oleh manusia awam disebut kebetulan, nasib, keberuntungan, takdir, kodrat, dsb. Mari kita pelajari ketiga bentuk karma ini secara teliti.
 
KETERANGAN :
KRIYAMANA KARMA.
Contohnya anda meminum air yang dingin di saat yang panas. Maka rasa haus anda akan langsung terpuaskan. Atau anda menampar seseorang dan pada saat itu juga anda dihajar kembali. Satu lagi contoh, anda menenggak racun, dan anda mati seketika.
SANCHIT KARMA.
Contohnya : Berbagai karma di atas tidak langsung berakibat, jadi tertunda dan masuk ke daftar tunggu, untuk kemudian dimatangkan yang pada saatnya nanti akan matang dikemudian hari. Karma-karma ini terkumpul secara misterius dan akan berakibat pada saat yang telah ditentukan-Nya.
Contoh : Anda melaksanakan ujian sekolah pada hari ini, namun hasilnya akan ditentukan setelah satu bulan.
Kemudian ada contoh lain : Anda meminum obat saat ini, namun baru sembuh setelah sekian waktu berlalu.
Ada contoh lain : Anda menyusahkan orang tua pada saat ini, anda dibalas oleh putra-putri anda setelah bertahun-tahun kemudian.
Ada contoh yang lebih unik, anda berusaha menjadi artis sepanjang hidup anda, namun anda mati terlalu cepat. Pada kehidupan selanjutnya anda menjadi tenar bahkan di saat muda tanpa banyak bersusah-payah.
Ini semua bukanlah kebetulan belaka. Karena setiap aksi akan 
menimbulkan reaksi, setiap sebab menimbulkan akibat, 
dan setiap upaya menghasilkan sesuatu pada saat yang
tepat, tanpa pengecualian.

   nb
:mungkin jika kita meliha gelandangan yang sedang mengorek makanan di tempat sampah kita akan merasa iba. kalo kita tau mungin dia dulunya adalah orang kaya yang sering membelanjakan uangnya denga berlebih sehinggah makanan dibuang begitu saja ke tempat samapah karena mrasa suda kebanyakan,dan dia lahir sakarang  mnjadi gelandangan yang mencari lagi makanan yang dibuang dulu .
 cerita ini menyadarkan kita agar jgan membuang buang makanan


..semoga tulisn ini sedikit bermamfaat
dari brbagai sumber


samesta loka sukino bhavantu
bli wayan

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar